Melangkah Mundur

Perbuatan melangkah mundur ini mestinya harus selalu saya lakukan sebelum tidur, catatan penting untuk menilai efektivitas pekerjaan..katanya, setengah percaya karena selama ini rasanya lebih banyak malesnya untuk membuat catatan toh sy tetap hidup…tetapi, ungkapan menarik bahwa Kita semua akan mati, tapi tidak setiap orang betul-betul hidup.

“Hanya jiwa yang ikhlas dan bersyukur yang mampu untuk betul-betul berada dalam kehidupan yang sebenarnya.

Yang selain itu, hidup dalam pengejaran semu atau dalam penyesalan yang sia-sia.

Mario Teguh – Loving you all as always”

Bersyukur…berjalan mundur itu bersyukur dan ikhlas?

Berjalan mundur itu sulit, kecuali bagi orang-orang yang bersyukur dan ikhlas.  Mudah diucapkan sulit untuk dilakukan.

Tips : catat semua keluhan, keberatan yang pernah Anda kerjakan/urus.  Apakah itu merupakan gejala ketidakpuasan umum?  Apakah hal itu menunjuk ke arah kesalahan tertentu di bagian itu? Apakah hal itu selalu bersumber pada orang yang sama?.  Buatlah analisis mengenai kesalahan yang telah terjadi.  Mengapa hal-hal itu berjalan salah, tinjaulah diri Anda sendiri.  Dapatkah Anda meningkatkan kapasitas pribadi Anda sendiri?

Contoh : saya seorang staf perencanaan yang ditugaskan menghadiri acara rapat dan harus menindaklanjuti hasil rapat itu ditempat saya bekerja.

1.  Apa yang orang kehendaki dari diri saya?

Panitia/penyelenggara rapat yang mengundang saya menghendaki:

a. partisipasi dan memberikan sumbangan saran pemikiran dan lain-lain untuk kelancaran program panitia

“saya hadir tapi saya lebih banyak diam, karena saya merasa saya “kurang” pantas untuk berbicara atau menyampaikan pendapat.”

melangkah mundur :

saya kan ditugaskan oleh pimpinan, karena saya dianggap pantas untuk hadir diacara tersebut, tidak sepantasnya saya berpikir seperti itu.  karena saya berpikir seperti itu maka akhirnya kehadiran saya dirapat itu tidak efektif.

b. program panitia berjalan dan tersosialisasikan dengan baik di daerah

“saya sosialisasikan, namun karena saya tidak menyuarakan pendapat dan pertanyaan saya diwaktu rapat tersebut, maka saya tidak dapat menjawab “suara-suara” yang kemudian muncul setelah rapat, yang seharusnya itu saya tanyakan waktu itu sehingga ketika saya ditanya tentang hal-hal itu saya dapat memberikan penjelasannya.

melangkah mundur :

saya harus memenuhi catatan saya dengan informasi-informasi yang berkenaan dengan kegiatan yang akan dilakukan pada saat saya masih berada di forum rapat, sehingga ketika pimpinan, rekan, dan bawahan yang bertanya tentang kegiatan tersebut saya dapat memberikan jawaban yang memuaskan, dan pekerjaan akan lebih lancar.

dan seterusnya…..

ngomong-ngomong, sebelum tidur ini sebaiknya saya shalat Isya dulu, karena ini adalah versi termudah untuk  “Melangkah Mundur” ada yang mau ikut?

 

Iklan

Diary

Sabtu, 24 November 2012
Aku terbangun ketika TOA Mesjid mulai berbunyi melagukan Al Qur’an menanti detik-detik munculnya cahaya mendatar horizontal di ufuk yang menjadi tanda waktunya Shalat Shubuh. Hari libur, ….santai dulu ah…mereem lagi…5 menit ZZZzzzzzZZZZ, bangun-bangun! duh ternyata anak2 sudah mandi n berpakaian sekolah…eeiiit…menendang selimut, ambil wudhu n shalat shubuh.

07.00 WITA
Belum mandi, antar anak sekolah langsung ke bengkel, ternyata masih tutup…baca koran, antar ibu ke mini market, ke bengkel lagi…ternyata ada service gratis, lumayan.

10.15 WITA
Sampe rumah lagi, santai nonton acara ceriwis di tv sambil main catur di komputer…asyik maen catur jadi telat mandi. hee bau.

11.00 WITA
Baru mau mandi,…..sarapan apa mandi dulu ya? sarapan dulu aja hee

13’30 WITA
Memasukkan data ke form, sebenarnya mudah tetapi data yang ada tahun 2011, padahal yang diminta 2012…yang 2012 belum punyai, gimana? dikerjain aja deh, biarin daripada nunggu yang 2012 ga selesai2 nh…

17’15 WITA

Sepertinya tugas di hari libur ini sudah hampir selesai, waktunya santai.

21’30 WITA

Hari libur, banyak waktu untuk santai,  istirahat n tentunya berkumpul bersama keluarga.  Tidak semua orang dapat menikmati hari libur ini dengan santai bersama keluarga, Sekarang aku harus bergabung lagi dengan mereka untuk TIDUR, agar  besok penuh tenaga lagi.  Selamat malam Diary!

Ulat dan Pohon Mangga

Seekor ulat yang kelaparan terdampar di tanah tandus. Dengan lemas ia menghampiri pohon mangga sambil berkata, “Aku lapar, bolehkah aku makan daunmu?”

Pohon mangga menjawab, “Tanah di sini tandus, daunku pun tidak banyak. Apabila kau makan daunku, nanti akan berlubang dan tidak kelihatan cantik lagi. Lalu aku mungkin akan mati kekeringan. Hmmm… tapi baiklah, kau boleh naik dan memakan daunku. Mungkin hujan akan datang dan daunku akan tumbuh kembali.”

Ulat naik dan mulai makan daun-daunan. Ia hidup di atas pohon itu sampai menjadi kepompong dan akhirnya berubah menjadi kupu-kupu yang cantik.

“Hai pohon mangga, lihatlah aku sudah menjadi kupu-kupu. Terima kasih karena telah mengizinkan aku hidup di tubuhmu. Sebagai balas budi, aku akan membawa serbuk sari hingga bungamu dapat berbuah.”

Sahabat Blog yang Luar Biasa!

Dalam hidup kita sering memperhitungkan untung rugi pengorbanan yang dilakukan. “Jika saya memberi/berkorban, saya akan kekurangan/rugi “.
Bagaimana mengatasinya?” Atau, “Bagaimana kalau ternyata saya ditipu?”

Tapi sadarkah kita, setiap kita memberi, ada sepercik sukacita di hati?
Mother Teresa pernah berkata, “Lakukan apa yang menjadi bagianmu, dan jangan berpikir apa yang akan kita dapat.”
Bila ingin memberi atau berkorban, lakukan saja..terutama kpd orang2 yg tidak mampu… karena semuanya akan kembali ke kita juga. 🙂

Memberi atau berkorban bukanlah hanya soal materi…tetapi terlebih lagi menaburkan kebaikkan..itulah yg mnjadi bagian kita, dimana saja dan kapan saja…
“Apa yg kita tabur, itulah yg akan kita tuai…”

Good Moorning.. 🙂 Happy sunday 😉 Semangat Pagi.. :))