Hijrah

Pada suatu malam di akhir Desember 2010, sebuah truk penuh muatan dan satu keluarga yang kelelahan, dengan kepala tertunduk secara perlahan menembus kabut kemarau meninggalkan sebuah kota sunyi yang dingin melepas kepergian keluarga yang malang.  Yang merasa tertindas oleh sebuah kekuasaan.  Sunyi dari ucapan selamat tinggal yang entahlah hilang kemana,

Truk yang penuh muatan itu berjalan pelan seakan berat membawa beban.  Rasa harga diri dan martabat yang dilecehkan ikut membebani mesin truk yang memang sudah agak tua dan karatan. Menyusuri pingiran jalan sepi tanpa penerangan lampu-lampu hias, melewati gundukan pasir dan material yang ditumpuk disisi kiri jalan, semakin menjauhi pinggiran kota sunyi dibawah naungan sinar bulan redup yang basah.

Selamat tinggal kota sunyi, sungguh kota mu ini begitu sunyi.

Tiga kali semburan air lengket menyembur di kota mu, dua menjadi, satu terkubur dibawah dua pohon, yaitu pohon kweni dan kasturi yang wangi dan manis.  Tinggallah disini anak ku, hiduplah dalam damai dan sejahtera dibawah pohon yang berkah ini, karena sekeranjang buah kweni dan buah kasturi yang wangi dan manis itu telah Ayah berikan kepada Pak Kyai, Pak Ustadz, dan Amang Kaum Mesjid di sebelah itu.  Pastilah Beliau akan menjagamu, karena ayah yakin dengan sedekah sekeranjang buah kweni dan buah kasturi itu cukuplah menjadi bekal hidupmu sampai kiamat.  Sementara apalah dosamu? tidak ada dosa yang kau sandang anakku, berbahagialah dirimu dalam kematian mudamu, menari-narilah dalam kesunyian kota ini diantara semerbak wangi kasturi dan kweni yang tumbuh diatas kuburmu.

Malam bergeser semakin pekat, kota mu ini semakin lelap dan mendengkur…sungguh tidak enak didengar dengkuran kota mu itu, dengkuran mimpi orang-orang biadab, yang bengis dan suka melaknat.  Entahlah, apa jadinya mereka ketika berkuasa? bisakah mereka memuliakan para orang tua sementara mereka menistakan tetangga?

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s