بِِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Drama kesombongan, sudah dikenal oleh manusia pertama, sejak pertama kali setelah ia diciptakan Allah.

Ketika Allah menyuruh Jin untuk menghormat kepada Nabi Adam as, namun jin menolak perintah Allah. Ia bangga dengan kedudukannya, ia bangga dengan kejadiannya yang dari api. sedangkan Adam dijadikan dari tanah. Iblis menepuk dada sembari bicara

أَنَاْ خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِي مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُ مِن طِينٍ

Aku lebih baik daripadanya sehingga tidak wajar saya sujud. Saya lebih baik karena Engkau telah menciptakan aku dari api yang mengandung cahaya dan sifatnya menjulang ke atas, sedang Engkau telah menciptakannya, yakni Adam as, dari tanah yang kotor dan berada di bawah.

sejak itu iblis telah lupa kepada Allah Tuhan yang menciptakan segalanya ini. Oleh sebab itu siapa saja yang lupa akan karunia Allah adalah pengikut iblis ini. Ia menyombongkan diri membanggakan dan mengandalkan perbuatan seolah-olah di belakang dorongan itu tidak ada Tuhan. Bahkan semua yang terjadi itu adalah kehendak Allah semata-mata.

Sengaja Allah membuat sadar kepada iblis/jin dengan mengadakan tanya jawab. Disuruhnya ia menjelaskan nama-nama benda, namun ia tidak mampu, bahkan Adam mampu menyebut satu per satu. Jin memang dasarnya tak tahu malu, ia sama sekali lupa diri. Akhirnya dilaknat oleh Allah swt.

Hal ini diulangi dalam sejarah manusia yang diabadikan dalam Al Qur’an, manusia yang bernama Qorun. Kekayaannya selangit, kunci gudangnya saja konon tidak kuat dipikul oleh berpuluh-puluh algojo terkuat. Tapi pelitnya bukan main, tidak berperikemanusiaan. Kalau diminta sodaqoh oleh fakir miskin, dia berfikir dengan rasio tanpa perasaan timbang rasa. Ia bahkan menepuk dada :

sesungguhnya aku dapat kekayaan ini karena ilmuku semata-mata…..(al qasas 78)

Qarun mengandalkan perbuatannya, kecerdasannya & kemampuannya dalam usaha. Padahal Allah lah yang telah membuat Qorun kaya raya sebagai ujian Allah kepadanya, apakah ia ingat akan Allah atau bahkan lupa.

Ujian yang demikian akan melanda siapa saja yang hidup di dunia ini. Apakah ia kaya atau miskin. Ingatkah mereka bahwa semua ini adalah karunia Allah yang harus disyukuri demi ikhlas kita dalam mengabdikan diri kepada Allah semata-mata.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s