Nonton Artis di Banjarbaru Fair 2012

Tanpa artis ibukota pun sebenarnya, Banjarbaru Fair 2012 akan tetap meriah, karena Lapangan Murdjani sebagai tempat dilaksanakannya pameran tersebut memiliki keberkahan yang banyak untuk sebuah panggung keramaian.

Pameran diselenggarakan oleh Pemko Banjarbaru dalam rangka memfasilitasi pertemuan antara produsen dan pembeli, niat itu sebenarnya tercapai, namun karena pameran ini adalah dalam rangka HUT Kota Banjarbaru ke 13, seharusnya pameran ini menjadi ajang unjuk kinerja Pemerintah Kota Banjarbaru selama ini untuk dapat diapresiasi oleh masyarakat.

Dari kunjungan mendadak saya sekeluarga ke ajang pameran tadi, saya merasa agak sedikit kecewa karena unjuk kinerja Pemko Banjarbaru tidak terlihat, mungkin terlalu sibuk di belakang layar? jadi apa yang bisa saya apresiasi?

Padahal tanpa kerja dari aparat Pemko Banjarbaru, kemeriahan malam ini mungkin akan berbeda.  Tapi tetap saja, saya melihat ada “kekurangan gairah” dari para aparat Pemko Banjarbaru.  Sehingga acara yang seharusnya jadi ajang tampil karena ini HUT nya Pemko Banjarbaru menjadi “hambar” karena yang berulang tahun sepertinya sedang “sembunyi” atau mungkin sedang sakit? Atau memang sengaja hanya ingin menampilkan Mitra Usahanya saja ? Atau mungkin kami berkunjung di hari khusus untuk Mitra?

Meskipun demikian, tetap saja sebagai warga ingin juga melihat apa yang telah tercapai selama 13 tahun ini dan apa saja yang belum.  Bukankah sekali lagi, Pameran ini dalam rangka HUTnya yang ke 13?

Sebagai warga Banjarbaru, mungkin banyak harapan untuk Kota Banjarbaru, namun hiruk pikuk duniawi, fakta sosialitas masyarakat, tingkah laku birokrasi dan politisi menyadarkan kita tentang kesenjangan antara harapan dan kenyataan itu.

Dan, kehadiran artis ibukota di panggung Murdjani menunjukkan kesenjangan kehidupan kita yang masih dibawah standar, paling tidak dari segi penampilan.  Mungkin penilaian ini tidak tepat karena tidak semua warga Banjarbaru hadir di Pameran ini, bahwa yang mau datang ke pameran hanyalah mereka yang tergolong warga kelas dua di kota ini? atau mungkin kebanyakan adalah para pelancong dari luar kota, sementara warga Banjarbaru kebanyakan lebih memilih berdiam di rumah atau berpergian ke luar kota.

Untuk mewujudkan Good Governance, dunia usaha memang perlu dukungan pemerintah dalam hal kemudahan perizinan, kemudahan akses dan lain sebagainya,  Banjarbaru sudah mampu memberikan kebutuhan untuk dunia usaha itu.  Saat ini Pemerintah tidak boleh menjadi lemah terhadap dunia usaha.  Pemerintah tidak dapat menjadi sub ordinat dari dunia usaha, karena bila itu terjadi maka Good Governance yang dicanangkan oleh Kota ini tidak akan tercapai.  Pemerintah harus setara dan memiliki wibawa yang cukup untuk mengkoordinasi dunia usaha maupun masyarakat warganya.

Berdasarkan kunjungan mendadak ke Banjarbaru Fair 2012, dunia usaha/pasar memiliki kekuatan yang harus segera diimbangi dengan kekuatan pemerintah (negara) dalam hal ini Pemko Banjarbaru, dan Masyarakat masih perlu ditingkatkan kesejahteraannya sehingga memiliki kemampuan dan kesadaran sebagai civil society kota Banjarbaru, dan paling tidak dari segi penampilan tidak terlalu terlihat kusam ketika harus bersanding dengan artis seperti Joe Richard sekalipun.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s