Mahmoud Ahmadinejad, Presiden Iran

Ahmadinejad adalah seorang pemimpin yang sederhana. Terpilih kali pertama sebagai Presiden pada 24 Juni 2005, tidak membuat dia lupa diri. Bahkan penampilannya sekarang tidak jauh berbeda dengan ketika dia belum menjabat sebagai orang nomor satu di negeri Iran. Kerap memakai baju bertambal dan mengenakan sepatu bolong, tidak membuat Ahmadinejad risih. Sebaliknya dia justru seperti menikmati kesederhanaan tersebut.

Pertama kali menduduki kantor kepresidenan, dia menyumbangkan seluruh karpet istana Iran yang sangat tinggi nilainya itu kepada Masjid-Masjid di Teheran. Dia kemudian menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.  Setelah itu, Ahmadinejad mengamati bahwa terdapat ruangan yang sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP. Lalu dia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan menggantinya dengan ruangan biasa yang dilengkapi dua kursi kayu. Toh, meski sederhana namun ruangan tersebut justru terlihat impresif.  Pada banyak kesempatan, dia terlihat bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya.

Langkah pertama Ahmadinejad adalah mengumumkan kekayaan dan propertinya. Tercatat, dia memiliki Peugeot 504 tahun 1977 dan sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran. Sementara, rekening banknya bersaldo minimum. Dan satu-satunya uang yang masuk adalah gaji bulanannya sebagai dosen di sebuah universitas yang besarnya hanya USD250.
Di bawah kepemimpinannya, dia meminta para menterinya untuk menandatangani dokumen yang berisikan arahan-arahan darinya.  Arahan tersebut, terutama menekankan kepada para menterinya untuk tetap hidup sederhana.  Disebutkan pula dalam dokumen tersebut, bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi, sehingga pada saat menteri-menteri tersebut berakhir masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.

Tidak Mengambil Gaji

Selama menjabat  sebagai Presiden Iran, Ahmadinejad tinggal dirumah  sendiri.  Dia tidak mengambil gajinya sebagai Presiden, dengan alasan adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.  Sedangkan untuk nafkah keluarganya, ia penuhi dengan gajinya sebagai dosen bergelar PhD di sebuah universitas yang hanya senilai US$ 250.  Ya, dan memang hanya itu yang dipunyai Ahmadinejad sebagai seorang presiden dari negara yang memiliki sumber minyak bumi cukup melimpah.

Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yang selalu dibawa sang presiden setiap hari.  Sebab tas tersebut selalu berisikan sarapan buat dirinya; roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya.  Ahmadinejad memang menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.

selain itu, hal lain yang ia ubah adalah kebijakan pesawat terbang kepresidenan.  Dia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat dan untuk dirinya.  Sedangkan jika bepergian, dia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.

Cukup? Belum.  Dia juga memangkas protokoler istana sehingga menteri-menterinya dapat masuk langsung ke ruangannya tanpa ada hambatan.  Dia juga menghentikan kebiasaan upacara-upacara seperti karpet merah, sesi foto, atau publikasi pribadi, atau hal-hal seperti itu saat mengunjungi berbagai tempat di negaranya.

Yang tak kalah luar biasa.  Ketika masuk mesjid, Ahmadinejad tidak pernah melangkahi makmum di depannya ketika dia datang terlambat.  Ia akan duduk di barisan ke berapa pun yang didapatinya.  Ahmadinejad memang dikenal taat beribadah.  Di mana pun dia berada, begitu mendengar kumandang azan, dia langsung mengerjakan sholat meskipun hanya beralaskan karpet biasa.

Pernikahan Putranya

Kesederhanaan lain Ahmadinejad tampak ketika dia menikahkan putranya, Alireza Ahmadinejad sekitar tiga tahun lalu.  setelah ditelusuri, ternyata pernikahan tersebut hanya menelan biaya 3,5 juta Toman (setara dengan USD 3.500 atau Rp. 28 juta).  Menurut ketua panitia pernikahan, Mr. Kheirkhah, Ahmadinejad memang hanya memesan satu jenis makanan untuk pernikahan putranya itu.

Meski terbilang sederhana, pernikahan tersebut berlangsung khidmat dan syahdu.  Jumlah tamu pria adalah sebanyak 180 orang. Hanya sedikit pejabat negara yang diundang.  Kebanyakan yang hadir justru rakyat biasa, kenalan dari putranya, atau tetangga Ahmadinejad.

Salah seorang undangan dari kalangan biasa yang datang pada resepsi tersebut adalah seorang blogger, Javad Matin, yang merupakan sahabat Alireza.  Dalam kesaksiannya, Matin mengatakan bahwa resepsi tersebut benar-benar penuh kesederhanaan.  “Ini adalah resepsi rakyat, padahal ayah sang pengantin pria adalah orang nomor satu di negeri ini”,  katanya.

Dalam pesta tersebut, aura kesederhanaan sangat terasa di mana-mana.  Hal tersebut terbukti dari cara tamu dijamu.  Hal ini juga bisa dilihat dari mobil yang digunakan untuk mengantar pengantin dan perjamuan itu sendiri yang sederhana namun lezat dan harum.

Ketika upacara berakhir, Ahmadinejad dan ayah pengantin wanita berdiri di pintu gerbang untuk mengucapkan selamat tinggal kepada para tamu.  Yang menarik, ketika seorang bocah berusia sekitar 7-8 tahun berteriak kepada Ahmadinejad, “Paman! Paman!” maka Ahmadinejad pun memeluk dan memperlakukannya dengan baik.

Tak kalah mengesankan bagi Matin, ketika hampir semua tamu telah pulang, dia melihat Ahmadinejad menuju dapur.  Tak disangka, dia menyampaikan terima kasih kepada para juru masak dan tukang cuci piring yang sudah bekerja untuk resepsi.  Ketika semua orang benar-benar telah pergi, pengantin pria dan wanita masuk ke mobil mereka tanpa ada formalitas tambahan dan pulang ke rumah dengan keluarga.

Jika dibandingkan, tentu resepsi pernikahan putra Ahmadinejad tersebut sangat kontras dibandingkan upacara pernikahan putra-putri pejabat di Indonesia.  LSM Bendera misalnya, mencatat bahwa biaya pernikahan salah seorang putra pemimpin di negeri ini menghabiskan dana sebesar Rp. 12 Miliar.  Sementara itu Tabloid Cek dan Ricek melaporkan bahwa prosesi pernikahan putra pemimpin tersebut menghabiskan dana sebesar Rp. 40 miliar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s