2012 in review

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2012 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

600 people reached the top of Mt. Everest in 2012. This blog got about 2.700 views in 2012. If every person who reached the top of Mt. Everest viewed this blog, it would have taken 5 years to get that many views.

Click here to see the complete report.

Iklan

Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) DT/TT

Sosialisasi BIAS DT/Td wilayah Kecamatan Banjarbaru Utara diselenggarakan pada tanggal 1 Desember 2012 bertempat di SDIT Insan Tama Jalan Pondok Bambu Komp. Kampus Insan Tama Kelurahan Loktabat Utara. Adapun kegiatan BIAS DT/Td untuk siswa kelas I, 2 dan 3 diwilayah Kecamatan Banjarbaru Utara akan diseleggarakan pada tanggal 29 November sampai dengan 11 Desember 2012.
Bulan imunisasi anak sekolah (BIAS) DT = Difteri, TT= Tetanus. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya oleh Pemerintah sebagai pelaksanaan SKB 4 Menteri (Mendikbud, MenAg, Menkes dan Mendagri Nomor 0408b/u/1984, Nomor 319a.Menkes/SKB/VI/1984, Nomor 74/TH/1984 dan Nomor 61 Tahun 1984 tentang TPUKS.
Imunisasi yang diberikan adalah DT dan Tt berfungsi untuk mendapatkan imunitas / kekebalan anak selama 25 tahun.
Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru mendukung program BIAS DT/Td ini dilaksanakan karena ini merupakan pelaksanaan dari amanat SKB 4 Menteri dan untuk menghasilkan peserta didik yang sehat dan siap untuk menerima pembelajaran. Dan sekolah sebagai tempat berkumpulnya sebagian besar masyarakat dari kelompok usia muda rentan menjadi sumber penularan penyakit. Maka melalui imunisasi inilah diharapkan generasi muda yang berada disekolah terlindungi dari penyakit menular tersebut.
Memang ada berbagai pendapat mengenai imunisasi, ada yang menerima dan ada yang menolak. Di beberapa sekolah sebelumnya meminta tanggapan dari orang tua murid, apakah setuju atau tidak setuju anaknya di imunisasi. Yang tidak setuju maka anaknya tidak diberikan imunisasi ketika pelaksanaan BIAS TD/Tt. Artinya tidak ada unsur paksaan dalam hal ini, keputusan untuk imunisasi diserahkan kepada orang tua masing-masing.
Namun perlu diingat, bahwa imunisasi ini adalah untuk mencegah terjadinya wabah penyakit. Jadi ada kemungkinan dengan menolak imunisasi yang rugi bukan anak sendiri, tetapi kita membahayakan anak lain. Karena sifat penyakit itu menularkan kepada orang lain.
Memang ada keraguan dan kebimbangan sebagai orang tua mengenai kejelasan manfaat dan halal haramnya vaksin yang digunakan dalam imunisasi ini. Oleh karena itu Dinas Kesehatan dan Puskesmas serta dari MUI maupun Kemenag yang hadir kiranya dapat memberikan penjelasan yang terang benderang sehingga tidak ada lagi keraguan dan kebimbangan orang tua murid untuk menerima atau menolak program imunisasi ini.

Melangkah Mundur

Perbuatan melangkah mundur ini mestinya harus selalu saya lakukan sebelum tidur, catatan penting untuk menilai efektivitas pekerjaan..katanya, setengah percaya karena selama ini rasanya lebih banyak malesnya untuk membuat catatan toh sy tetap hidup…tetapi, ungkapan menarik bahwa Kita semua akan mati, tapi tidak setiap orang betul-betul hidup.

“Hanya jiwa yang ikhlas dan bersyukur yang mampu untuk betul-betul berada dalam kehidupan yang sebenarnya.

Yang selain itu, hidup dalam pengejaran semu atau dalam penyesalan yang sia-sia.

Mario Teguh – Loving you all as always”

Bersyukur…berjalan mundur itu bersyukur dan ikhlas?

Berjalan mundur itu sulit, kecuali bagi orang-orang yang bersyukur dan ikhlas.  Mudah diucapkan sulit untuk dilakukan.

Tips : catat semua keluhan, keberatan yang pernah Anda kerjakan/urus.  Apakah itu merupakan gejala ketidakpuasan umum?  Apakah hal itu menunjuk ke arah kesalahan tertentu di bagian itu? Apakah hal itu selalu bersumber pada orang yang sama?.  Buatlah analisis mengenai kesalahan yang telah terjadi.  Mengapa hal-hal itu berjalan salah, tinjaulah diri Anda sendiri.  Dapatkah Anda meningkatkan kapasitas pribadi Anda sendiri?

Contoh : saya seorang staf perencanaan yang ditugaskan menghadiri acara rapat dan harus menindaklanjuti hasil rapat itu ditempat saya bekerja.

1.  Apa yang orang kehendaki dari diri saya?

Panitia/penyelenggara rapat yang mengundang saya menghendaki:

a. partisipasi dan memberikan sumbangan saran pemikiran dan lain-lain untuk kelancaran program panitia

“saya hadir tapi saya lebih banyak diam, karena saya merasa saya “kurang” pantas untuk berbicara atau menyampaikan pendapat.”

melangkah mundur :

saya kan ditugaskan oleh pimpinan, karena saya dianggap pantas untuk hadir diacara tersebut, tidak sepantasnya saya berpikir seperti itu.  karena saya berpikir seperti itu maka akhirnya kehadiran saya dirapat itu tidak efektif.

b. program panitia berjalan dan tersosialisasikan dengan baik di daerah

“saya sosialisasikan, namun karena saya tidak menyuarakan pendapat dan pertanyaan saya diwaktu rapat tersebut, maka saya tidak dapat menjawab “suara-suara” yang kemudian muncul setelah rapat, yang seharusnya itu saya tanyakan waktu itu sehingga ketika saya ditanya tentang hal-hal itu saya dapat memberikan penjelasannya.

melangkah mundur :

saya harus memenuhi catatan saya dengan informasi-informasi yang berkenaan dengan kegiatan yang akan dilakukan pada saat saya masih berada di forum rapat, sehingga ketika pimpinan, rekan, dan bawahan yang bertanya tentang kegiatan tersebut saya dapat memberikan jawaban yang memuaskan, dan pekerjaan akan lebih lancar.

dan seterusnya…..

ngomong-ngomong, sebelum tidur ini sebaiknya saya shalat Isya dulu, karena ini adalah versi termudah untuk  “Melangkah Mundur” ada yang mau ikut?

 

Diary

Sabtu, 24 November 2012
Aku terbangun ketika TOA Mesjid mulai berbunyi melagukan Al Qur’an menanti detik-detik munculnya cahaya mendatar horizontal di ufuk yang menjadi tanda waktunya Shalat Shubuh. Hari libur, ….santai dulu ah…mereem lagi…5 menit ZZZzzzzzZZZZ, bangun-bangun! duh ternyata anak2 sudah mandi n berpakaian sekolah…eeiiit…menendang selimut, ambil wudhu n shalat shubuh.

07.00 WITA
Belum mandi, antar anak sekolah langsung ke bengkel, ternyata masih tutup…baca koran, antar ibu ke mini market, ke bengkel lagi…ternyata ada service gratis, lumayan.

10.15 WITA
Sampe rumah lagi, santai nonton acara ceriwis di tv sambil main catur di komputer…asyik maen catur jadi telat mandi. hee bau.

11.00 WITA
Baru mau mandi,…..sarapan apa mandi dulu ya? sarapan dulu aja hee

13’30 WITA
Memasukkan data ke form, sebenarnya mudah tetapi data yang ada tahun 2011, padahal yang diminta 2012…yang 2012 belum punyai, gimana? dikerjain aja deh, biarin daripada nunggu yang 2012 ga selesai2 nh…

17’15 WITA

Sepertinya tugas di hari libur ini sudah hampir selesai, waktunya santai.

21’30 WITA

Hari libur, banyak waktu untuk santai,  istirahat n tentunya berkumpul bersama keluarga.  Tidak semua orang dapat menikmati hari libur ini dengan santai bersama keluarga, Sekarang aku harus bergabung lagi dengan mereka untuk TIDUR, agar  besok penuh tenaga lagi.  Selamat malam Diary!

We Will Not Go Down (song For Gaza) lyrics

Untuk mengabadikan catatan tentang sepekan serangan Israel ke Gaza Palestina, lirik lagu Michael Heart dan tulisan Mario Teguh di Facebook MTGW  membekukan ingatan tentang kekejaman israel dan KEKUATAN PALESTINA!!! 

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

Chorus: We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

Sebuah kilatan sinar putih yang membutakan
Menyalakan langit di atas gaza malam ini
Orang-orang berlari untuk berlindung
Tidak mengetahui apakah mereka telah mati atau masih hidupMereka datang dengan tank dan pesawat
Dengan nyala api yang membakar
Dan tak ada yang tersisa
Hanya sebuah suara yang terdengar di dalam kabut berasap

Kita tidak akan menyerah
Di kegelapan malam, tanpa perlawanan
Engkau bisa membakar masjid kami dan rumah kami dan sekolah kami
Tapi jiwa kami tak akan pernah mati
Kami tidak akan menyerah
Di gaza malam iniPerempuan dan anak-anak
Dibunuh dan dibantai malam demi malam
Saat yang disebut pemimpin-pemimpin negara di jauh sana
Berdebat tentang siapa yang salah dan benarTapi suara lemah mereka hanya sia-sia
Dan bom berjatuhan seperti hujan asam
Tapi melalui air mata dan darah dan rasa sakit
Engkau masih dapat mendengar suara melalui kabut berasap

Kita tidak akan menyerah
Di kegelapan malam, tanpa perlawanan
Engkau bisa membakar masjid kami dan rumah kami dan sekolah kami
Tapi jiwa kami tak akan pernah mati
Kami tidak akan menyerah
Di gaza malam ini

(terjemahan dari lirik lagu “We will Not Go Down”)

———————–

Semoga Tuhan melindungi saudara dan sahabat kita di Gaza malam ini dan di hari-hari berikutnya, dan menyelamatkan mereka dari derita kemanusiaan yang diakibatkan oleh pertempuran di sana.

Semoga kita semua dirahmati dengan kebesaran hati untuk mendoakan, untuk membantu dalam kemampuan kita – dan mengupayakan tercapainya perdamaian dan kedamaian di Gaza dan di Timur Tengah.

Semoga kita semua dijadikan jiwa-jiwa penyayang yang lembut memperlakukan satu sama lain.

Janganlah upaya kita untuk mengutamakan kebaikan diri sendiri menjadi penyulit kehidupan sesama.

Marilah kita berlaku adil, berlaku penuh kasih sayang, dan memuliakan kehidupan yang telah dianugerahkan oleh Tuhan kepada kita.

Semoga kedamaian dan perdamaian turun di Gaza, di setiap lembar tanah di bumi yang sedang tidak damai, di setiap keluarga yang sedang resah, dan bagi setiap jiwa yang sedang bersedih.

Aamiin

Mario Teguh – Loving you all as always

HIKMAH

Seorang lelaki muda bangun di awal pagi untuk sholat subuh di mesjid.
Dia berpakaian, berwudhu’ dan berjalan menuju mesjid.
Di tengah jalan lelaki itu jatuh dan pakaiannya kotor.
Dia bangkit, membersihkan bajunya, dan pulang ke rumah.
Di rumah, dia berganti baju, berwudhu’, dan berjalan menuju mesjid.
Dalam perjalanan ke mesjid, dia jatuh lagi di tempat yang sama.
Dia sekali lagi bangkit, membersihkan dirinya dan kembali ke rumah.
Di rumah dia sekali lagi berganti baju, berwudhu’ dan berjalan lagi menuju mesjid.
Di tengah jalan menuju mesjid, dia bertemu seorang lelaki yang memegang lampu.
Dia menyapa, lalu lelaki itu menjawab: “Saya melihat kamu jatuh 2 kali di perjalanan menuju mesjid,
jadi saya bawakan lampu untuk menerangi jalan kamu”
lelaki muda mengucapkan terima kasih dan mereka berdua berjalan ke mesjid.
Saat sampai di mesjid, lelaki muda itu mengajak teman barunya yang membawa lampu untuk masuk bersholat subuh bersamanya.
Lelaki tadi menolak. Berkali-kali diajak tetapi jawabannya sama.
Lelaki muda bertanya, kenapa menolak untuk masuk bersholat. Lelaki pembawa lampu menjawab:
AKU ADALAH SYAITAN !
Lelaki muda itu sungguh terkejut !
syaitan menjelaskan, “Saya melihat kamu berjalan ke mesjid, dan sayalah yang membuat kamu terjatuh.
Ketika kamu pulang ke rumah, membersihkan badan dan kembali ke mesjid, Allah mengampunkan semua dosamu.
Saya membuatmu terjatuh kedua kalinya, dan itupun tidak membuatmu berubah fikiran tetapi tetap kembali ke mesjid.
Karena itu, Allah mengampunkan dosa seluruh keluargamu.
Saya khawatir jika membuatmu jatuh ketiga kalinya,
mungkin Allah akan mengampunkan dosa seluruh penduduk desamu, jadi
saya harus memastikan bahwa kamu sampai di mesjid dengan selamat.

MORAL
“jangan abaikan suatu niat baik yang kita mau lakukan, karena kita tidak pernah tahu ganjaran yang bakal kita peroleh dari segala kesulitan yang kita hadapi demi melaksanakan niat baik tersebut”

Ulat dan Pohon Mangga

Seekor ulat yang kelaparan terdampar di tanah tandus. Dengan lemas ia menghampiri pohon mangga sambil berkata, “Aku lapar, bolehkah aku makan daunmu?”

Pohon mangga menjawab, “Tanah di sini tandus, daunku pun tidak banyak. Apabila kau makan daunku, nanti akan berlubang dan tidak kelihatan cantik lagi. Lalu aku mungkin akan mati kekeringan. Hmmm… tapi baiklah, kau boleh naik dan memakan daunku. Mungkin hujan akan datang dan daunku akan tumbuh kembali.”

Ulat naik dan mulai makan daun-daunan. Ia hidup di atas pohon itu sampai menjadi kepompong dan akhirnya berubah menjadi kupu-kupu yang cantik.

“Hai pohon mangga, lihatlah aku sudah menjadi kupu-kupu. Terima kasih karena telah mengizinkan aku hidup di tubuhmu. Sebagai balas budi, aku akan membawa serbuk sari hingga bungamu dapat berbuah.”

Sahabat Blog yang Luar Biasa!

Dalam hidup kita sering memperhitungkan untung rugi pengorbanan yang dilakukan. “Jika saya memberi/berkorban, saya akan kekurangan/rugi “.
Bagaimana mengatasinya?” Atau, “Bagaimana kalau ternyata saya ditipu?”

Tapi sadarkah kita, setiap kita memberi, ada sepercik sukacita di hati?
Mother Teresa pernah berkata, “Lakukan apa yang menjadi bagianmu, dan jangan berpikir apa yang akan kita dapat.”
Bila ingin memberi atau berkorban, lakukan saja..terutama kpd orang2 yg tidak mampu… karena semuanya akan kembali ke kita juga. 🙂

Memberi atau berkorban bukanlah hanya soal materi…tetapi terlebih lagi menaburkan kebaikkan..itulah yg mnjadi bagian kita, dimana saja dan kapan saja…
“Apa yg kita tabur, itulah yg akan kita tuai…”

Good Moorning.. 🙂 Happy sunday 😉 Semangat Pagi.. :))